Sabtu, 22 Juni 2013
Keunikan Riqqah Dhiya Ramadhanty Mencari Inspirasi Puisi
Ada banyak
keunikan dalam mencari inspirasi puisi. Hal ini seperti dialami Riqqah Dhiya
Ramadhanty, siswi SMAN 1 Curup Selatan Bengkulu, yang pada Festival dan Lomba
Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun ini mengikuti Lomba Cipta Puisi.
“Dalam mencari inspirasi puisi, biasanya saya mencari posisi duduk yang nyaman, mau tenggkurap, mau gimana-gimana, mau tidur, mau guling-gulingan pun tidak apa-apa,” jelas Riqqah Dhiya Ramadhanty.
Untuk persiapan menjelang Lomba Cipta dan Baca Puisi tingkat nasional ini, Riqqah Dhiya Ramadhanty membiasakan membaca buku-buku Puisi karangan penyair yang dulu ditambah dengan mengarang beberapa puisi dengan tema bebas.
“Puisi itu relatif ya, tiap-tiap orang punya seleranya masing-masing. Kalau yang ini bagus munurut yang lain, mungkin gak bagus bagi kita. Jadi kita siapakan menurut diri sendiri saja, sesuai ciri khas kita. Tidak boleh meniru orang lain. Kalau meniru orang lain mungkin kemampuan yang ada dalam diri kita tidak bisa keluar,” tambah Riqqah Dhiya Ramadhanty.
Sebelum melaju ke FLS2N tingkat nasional di Medan, Riqqah Dhiya Ramadhanty mengawalinya dengan menjalani seleksi tingkat provinsi yang diadakan pada bulan Mei lalu. Masa persiapan tidak menggunakan sistem karantina, Riqqah Dhiya Ramadhanty diminta mengasah kemampuannya secara individu.*
(Adinanto Mahulae)
“Dalam mencari inspirasi puisi, biasanya saya mencari posisi duduk yang nyaman, mau tenggkurap, mau gimana-gimana, mau tidur, mau guling-gulingan pun tidak apa-apa,” jelas Riqqah Dhiya Ramadhanty.
Untuk persiapan menjelang Lomba Cipta dan Baca Puisi tingkat nasional ini, Riqqah Dhiya Ramadhanty membiasakan membaca buku-buku Puisi karangan penyair yang dulu ditambah dengan mengarang beberapa puisi dengan tema bebas.
“Puisi itu relatif ya, tiap-tiap orang punya seleranya masing-masing. Kalau yang ini bagus munurut yang lain, mungkin gak bagus bagi kita. Jadi kita siapakan menurut diri sendiri saja, sesuai ciri khas kita. Tidak boleh meniru orang lain. Kalau meniru orang lain mungkin kemampuan yang ada dalam diri kita tidak bisa keluar,” tambah Riqqah Dhiya Ramadhanty.
Sebelum melaju ke FLS2N tingkat nasional di Medan, Riqqah Dhiya Ramadhanty mengawalinya dengan menjalani seleksi tingkat provinsi yang diadakan pada bulan Mei lalu. Masa persiapan tidak menggunakan sistem karantina, Riqqah Dhiya Ramadhanty diminta mengasah kemampuannya secara individu.*
(Adinanto Mahulae)
Sumber : http://dikdas.kemdikbud.go.id/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tahun 2014, Anggaran Pendidikan Naik 7,5 Persen
Riqqah Dhiya Ramadhanty
Kartu Perlindungan Sosial (KPS)
Sehari Bersama SBY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar