Sabtu, 22 Juni 2013
Arti Penting Kesenian Tradisional Indonesia
Indonesia oh
indonesia dengan Kemajemukan suku-suku di Indonesia memberi peluang untuk
tumbuh suburnya beragam seni tradisional yang bernilai adiluhung sehingga bisa
dieksploitasi menjadi kesenian nasional. Namun ketika berbicara masalah seni
tradisional harus pula memberi pengertian seni tradisional secara tepat,
sehingga tidak sembarang seni tradisional yang bisa diangkat menjadi kesenian
nasional. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud atau pengertian seni tradisional
itu ? Pengertian seni indonesia adalah merupakan keanekaragaman
unsur budaya yang sudah menjadi bagian hidup masyarakat Indonesia.
Berbicara tentang seni tradisional tentu merupakan karya seni budaya yang
sangat dikagumi oleh bangsa Indonesia, karena mempunyai keunikan yang beragam.
Berbicara masalah
seni tradisional memang banyak ragamnya yang terbagi menjadi seni gerak, seni
musik, seni rupa dan seni sastra. Dalam seni gerak saja misalnya, beragam seni
gerak tradisional yang tumbuh dan berkembang di bumi Indonesia ini. Untuk sekedar
menyebut contoh saja misalnya kita mengenal tari Topeng dari Cirebon, tari
Jaipong dari Bandung, tari Piring dari Sumatera Selatan, tari Tor Tor dari
Sumatera Utara, tari Pedet dari Bali dan banyak seni tari tradisional lainnya.
Begitu pula ketika berbicara
masalah seni musik tradisional, hampir setiap suku bangsa yang ada di Indonesia
memiliki seni musik tradisional sendiri-sendiri. Bayangkan bila di Indonesia
ada sekitar 17 ribu suku bangsa, maka sebanyak itu pula seni musik tradisional
yang ada. Memang benar banyak diantara yang memiliki alat musik yang sama atau
hampir sama, namun kekuatan budaya dan kearifan lokal masing-masing menjadi
sumber inspirasi sehingga terasa berbeda satu dan lainnya. Hal yang sama juga
terjadi pada seni rupa dan seni sastra, kendati tidak semua memiliki kekuatan
yang sama sehingga berkesempatan manggung dalam kancah nasional.
Beragamnya Seni
Tradisional Indonesia
Keanekragaman seni
tradisional di bumi nusantara ini memang menjadi kekayaan yang tak ternilai dan
menjadi daya tarik bagi negara lain di dunia baik secra formal maupun dalam
kapasitasnya sebagai seorang wisatawan. Namun tentu saja kekayaan budaya dan
seni tradisional tersebut tidak akan menjadi apa-apa tanpa diberi pengertian
tentang manfaat seni tradisional ini sebagai kekayaan budaya nusantara kepada
generasi muda selanjutnya. Perlu disadari bahwa salah satu yang menyebabkan
seni tradisional apapun itu bentuknya adalah terhentinya tongkat estapet
pelestarian seni tradisional tersebut kepada generasi muda selanjutnya. Dengan
demikian karena tidak ada generasi pelanjut, seni itu lambat laun menua dan
akhirnya mati tanpa jejak. Sungguh disayangkan bila banyak seni tradisional
kita yang mengalami nasib yang sama.
Begitu banyak budaya
yang dapat kita kembangkan untuk menciptakan keharmonisan antara suku bangsa
sebagai satu kesatuan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai
pesta seni tradisional di dalam tataran lokal bisa dijadikan ajang silaturahmi
dan bersosial antara sesama, sehingga mengukuhkan hubungan yang baik sebagai
sesama warga negara. Begitu pula dalam tataran regional dan global, berbagai
pertunjukan seni tradisional bisa memperat hubungan antara bangsa di dunia.
Banyak bukti yang telah terjadi bagaimana sebuah kesenian bisa mempererat hubungan
antara sesama warga dunia.
Nilai
Luhur Seni Tradisional Indonesia
Sebagai bangsa yang
mempunyai banyak budaya tentu membuat kita merasa cemas dengan keanekaragaman
budaya yang kita punya. Bagaimana tidak? Begitu banyaknya karya kesenian
terkadang membuat kita khawatir kalau saja unsur budaya yang kita punya punah
dengan seketika. Seperti disinggung di awal tadi, tanpa adanya kepedulian
dari generasi mudah selanjutnya sebagai pemegang tongkat estapet pelestarian
seni tradisional ini, memang bukan hal mustahil kalau pada satu titik tertentu
satu demi satu kesenian tradisional itu akan punah tergantikan seni modern yang
dianggap lebih bergengsi.
Pelestarian seni
tradisional sebagai salah bentuk kekayaan budaya nusantara memang harus
bersikap adil, dalam arti memberi perhatian sesuai dengan kebutuhan. Tentu saja
bila seni tradisional yang telah memiliki wadah khusus untuk berkiprah,
pelesterian kepada generasi muda telah terjadi misalnya, tidak terlalu
membutuhkan banyak perhatian selain dalam bentuk kontrol dan supporting. Namun
berbeda bila seni tradisional tersebut misalnya memiliki kendala dalam hal
pengembangan dan pelestarian, baik tidak adanya wadah untuk berkesenian atau
kepedulian generasi muda setempat yang rendah, maka perlu kerja ekstra dan perhatian
serius terutama dari birokrasi bila mengharapkan kesenian tradisional tersebut
pada satu saat nanti punah.
Langkah sederhana
yang tak kalah pentingnya adalah memberi pengertian tentang seni tradisional
itu sendiri, baik dalam hubungannya dengan sesama seni tradisional di dalam
wadah budaya Indonesia,maupun seni tradisional dalam kaitannya dengan bagian
dari seni global. Tanpa memberi pengertian yang jelas, dikhawatirkan akan
muncul pemahaman yang keliru sehingga menganggap bahwa seni tradisional adalah
sesuatu yang kuno, yang tidak bergengsi, norak, udik, sehingga tidak perlu
dilestarikan. Pemahaman yang keliru juga bisa menyebabkan orang menjadi tidak
peduli pada setiap seni tradisional tersebut.
Sebenarnya pengertian
seni tradisional yang paling dasar adalah, dimana kita sebagai masyarakat
haruslah sama-sama dalam melestarikan kesenian yang kita punya, dengan demikian
secara tidak langsung kita terus memperkenalkan budaya kita kepada generasi
berikutnya. Meneruskan tongkat estapet seni tradisional kepada generasi muda
selanjutnya harus dibuktikan atau dilakukan oleh orang tua itu sendiri, dengan
cara terjun langsung dan memberi contoh bagaimana caranya melestarikan seni
tradisional yang dimaksud. Bila orang tua telah menunjukkan kepedulian,
berusaha terus pantang menyerah sekalipun tidak mendapat perhatian dari
siapapun dan dari mana pun, akan muncul kekaguman dari generasi muda. Kekaguman
inilah yang akan menjadi modal besar untuk mencari generasi muda pelanjut
kesenian tradisional tersebut yang akan melestarikannya.
Memang patut
disayangkan bila birokrasi sendiri tidak memberi dukungan baik moril maupun
material secara memadai kepada para seniman untuk terus berkarya dan mewadahi
mereka dalam satu wadah yang membuatnya menjadi bangga. Menjadi kewajiban
pemerintah sesungguhnya untuk memberikan dukungan agar dapat mengangkat harkat
dan martabat para seniman tradisional tersebut. Maka dengan demikian para
seniman inilah yang akan terus memperkenalkan budaya yang ada di Indonesia
tercinta ini. Namun sebaliknya bila dukungan, penghargaan dan perhatian dari
pemerintah terhadap kesenian dan seniman tradisional tidak berjalan baik atau
hanya baru dilakukan ketika benar-benar ada maunya, jangan harap setiap
kesenian tradisional yang menjadi kekayaan Indonesia tetap utuh, tumbuh dan
berkembang.
Mengharapkan
satu-satunya perhatian, dukungan dan penghargaan dari pemerintah juga tidak
sepenuhnya benar. Bagi siapapun anggota masyarakat, baik dari kalangan seniman
maupun dari kalangan umum, kalangan pengusaha dan lain sebagainya, bila memang
mengharapkan dan menginginkan kesenian tradisional daerahnya masing-masing
tetap ada, lestari, tumbuh dan berkembang, harus menunjukkan kepedulian yang
sama. Dengan cara seperti itulah akan memunculkan kebanggaan bagi para seniman tradisional
bahwa ia hidup berkesenian tidak sendirian, melainkan banyak saudara yang siap
secara bersama-sama sesuai dengan pengetahuan dan kemampuanya, untuk
bersama-sama melestarikan kesenian tradisional di daerahnya masing-masing.
Gerakan masal seperti itulah yang akan melestarikan kesenian tradisional
kemudian bisa tumbuh dan berkembang.
Sumber : http://kriswandisuwitno.wordpress.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tahun 2014, Anggaran Pendidikan Naik 7,5 Persen
Riqqah Dhiya Ramadhanty
Kartu Perlindungan Sosial (KPS)
Sehari Bersama SBY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar