Jumat, 23 Agustus 2013
Kemdikbud Lanjutkan Proses Pendirian Empat ISBI
Pelaksana tugas Direktur
Kelembagaan dan Kerja Sama Kemdikbud, Achmad Jazidie, mengatakan, tujuan
didirikannya ISBI adalah supaya ISBI bisa menjadi salah satu sarana
pengembangan warisan budaya bangsa, dan menghasilkan sarjana seni dan budaya
yang peka dan tanggap terhadap masalah sosial, budaya, etika, moral, dan
akademis.
“Begitu banyak kebudayaan yang
kita miliki. Tapi sayang sekali, sedikit yang terkonstruksi dengan baik,”
ujarnya saat menjadi narasumber dalam pembekalan petugas call center Kemdikbud,
di Ruang Sidang Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Jakarta, (22/8). Ia
mengatakan, institusi ilmiah seperti ISBI diharapkan bisa merekonstruksi
kebudayaan dan mengembangkan kebudayaan dengan kajian ilmiah dan analisis
ilmiah.
Jazide menjelaskan, pada tahun
lalu, empat Institut Seni Indonesia (ISI) yang juga akan dikonversi menjadi
ISBI, memulai studi kelayakan untuk persiapan pendirian ISBI. ISI Padang
Panjang melakukan studi kelayakan untuk ISBI Aceh, ISI Yogyakarta untuk ISBI
Kalimantan Timur, ISI Surakarta untuk ISBI Sulawesi dan ISI Bali untuk ISBI
Papua.
Dalam proses pendirian sebuah
perguruan tinggi di suatu wilayah, jelas Jazidie, Kemdikbud selalu meminta
partisipasi dari pemerintah daerah terkait. “Ada lahan atau tanah yang
diserahkan ke Kemdikbud sebagai aset Kemdikbud. Ini tidak mudah,” ujarnya. Ia
menuturkan, ada pemerintah daerah atau DPRD yang sulit bekerja sama atau
memberikan izin pembebasan lahan. Namun usaha pendirian ISBI terus diupayakan
dengan melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait. Salah satunya melalui
pendekatan kebudayaan yang terbukti efektif dan direspon positif oleh
masyarakat Papua.
Tahun ini, ISBI Papua akan
melakukan serah terima lahan seluas 5 Ha dari 20 Ha yang berlokasi di Jayapura.
Selain itu ISBI Papua juga telah memasuki tahap proses persetujuan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), serta
memulai penerimaan mahasiswa baru melalui skema program studi di luar domisili.
Untuk ISBI Kalimantan Timur,
saat ini tengah menjalani proses sertifikasi lahan seluas 100 Ha di Tenggarong,
dan penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2013/2014. Sedangkan ISBI
Sulawesi saat ini dalam proses sertifikasi lahan seluas 30 Ha di Takalar serta
rencana serah terima lahan. Sementara ISBI Aceh juga dalam tahap rencana serah
terima lahan juga pembebasan lahan seluas 10 Ha di Aceh Besar. (DM)
Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1652
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tahun 2014, Anggaran Pendidikan Naik 7,5 Persen
Riqqah Dhiya Ramadhanty
Kartu Perlindungan Sosial (KPS)
Sehari Bersama SBY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar