Sabtu, 08 Februari 2014

MUSIK LOSQUIN MAKASSAR

Makassar Tempo Dulu

Musik Losquin merupakan musik khas sekaligus merupakan aset budaya Sulawesi Selatan yang hampir punah. khusus Musik Losquin Makassar, telah menjadi barang langka di kalangan masyarakat penikmatnya.  
Saya yakin anda akan susah mendapatkan lagu-lagu losquin Makassar dalam bentuk Mp3, yang ada dipasaran adalah berupa lagu Losquin Makassar dalam bentuk CD audio track atau hanya bisa diputar pada laptop dengan menggunakan CD.
Jika anda berminat menikmati kembali lagu-lagu Losquin Makassar sebagai salah satu bentuk pelestarian musik daerah Sulawesi Selatan maka, anda dapat mendownload lagu-lagu Losquin Makassar Asli di bawah ini dalam bentuk Mp3 :


No
Judul Lagu & Penyanyi
Size
Download
1
Amma Ciang - Sulastri
2.7 Mb
2
Ana’ Kamase - Nuraena Ismail
4.0 Mb
3
Ana’ Kukang - Reny Dg. Kanang
4.3 Mb
4
Anging Mammiri’ - Salma Rani
5.8 Mb
5
Ati Raja - Iwan Tompo
5.0 Mb
6
Balla Lompoa - Meity Baan
4.5 Mb
7
Batara Saile Sai - Nurdin Taqwa
4.2 Mb
8
Batarayya - Salma Rani
4.1 Mb
9
Boli’ma Kamma Salasa - Zainuddin Usman
4.97 Mb
10
Bombang Tallua - Iwan Tompo
4.6 Mb
11
Bunga-Bunga Tallasakku - Rosmaladewi
4.02 Mb
12
Bunga-Bunganna Masamba  - Nurdin Taqwa
4.63 Mb
13
Ikauji Bawang - Hamzan Marliat
4.1 Mb
14
Jali-Jali  - Will Ferial & Rosmaladewi
5.1 Mb
15
Jango-Jango Seng  - Meity Baan
3.2 Mb
16
Je’ne Mata Kukang  - Salma Rani
4.43 mb
17
Kamase Sikamaseang - NN
4.2 Mb
18
Karaenna Pa’risikku  - Nurdin Taqwa
4.1 Mb
19
Kuburu Tani Bungai - Nurdin Taqwa
5.4 Mb
20
Ma’rencong-Rencong  - Zainuddin Usman
4.3 Mb
21
Minasa Riboritta  - Iwan Tompo
3.97 Mb
22
Muri-Muriya - Ramlah Sinring
4.53 Mb
23
Pakacaping  - Macicha Mochtar
4.0 Mb
24
Pakarenaya - Salma Rani
4.3 Mb
25
Sailong  - Iwan Tompo
2.91 Mb
26
Sulawesi Pa’rasanganta - Salma Rani
3.9 Mb
27
Sura’ Pa’birittannu - Nurdin Taqwa
4.47 Mb
28
To’ro Matayya - Sulasteri
4.4 Mb
29
Wari-Waria  - Will Ferial
7.9 Mb

Semoga bermanfaat buat anda .....

Senin, 02 Desember 2013

Tidak Ada Lagi Tinggal Kelas di SD


Jakarta--Mulai tahun depan, tidak ada lagi peserta didik sekolah dasar (SD) yang tinggal kelas. Penilaian di rapor SD mencakup sikap, keterampilan, dan pengetahuan dalam bentuk deskriptif tidak lagi angka.  

"Penilaian di SD tidak ada angka, tetapi narasi. Mereka tidak tinggal kelas. Bagi yang belum memahami pelajaran, meskipun naik kelas akan diberikan remedial," kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Ramon Mahondas saat memberikan keterangan pers pada Rapat Koordinasi Persiapan Implementasi Kurikulum 2013 di Tahun 2014 dan Ujian Nasional 2014. 

Ramon mengatakan, saat ini telah dilakukan pelatihan untuk guru pendamping yang turun di lapangan. Mereka, kata Ramon, telah dijelaskan baku bentuk rapor, cara menilai dan memberikan angka.  Dia menyebutkan, pelatihan tahun depan mencakup 150 ribu sekolah, lebih besar dibandingkan tahun ini yang hanya enam ribu sekolah. "Terkait berbagai permasalahan muncul masukan itu sudah diakomodasi," katanya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (1/12/2013).

Kepala Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud Tjipto Sumadi menyampaikan, penilaian menggunakan bahasa positif karena usia anak masih dalam usia emas atau golden age. Hal ini, kata dia, dilakukan untuk  memotivasi anak. 

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Dadang Sudiyarto, mengatakan, pada tahun depan tidak ada lagi ujian berstandar nasional untuk SD, tetapi diselenggarakan ujian sekolah/madrasah. Ujian ini, kata dia, mencakup SD, SDLB, Paket A, dan Ula. 

Dia mengatakan, mata pelajaran yang diujikan yaitu matematika, bahasa Indonesia, dan IPA untuk SD/MI dan bahasa Indonesia, matematika, IPS, dan PKN untuk SDLB. "Sebanyak 25 persen kisi-kisi soal dari pemerintah pusat dan 75 persen dari satuan pendidikan berkoordinasi dengan kabupaten/kota," katanya.

Sekretaris Jenderal Kemdikbud Ainun Na'im mengatakan, Ujian Nasional pada tahun depan untuk SMA/MA/SMALB/SMK termasuk Paket C dan Paket C Kejuruan dilaksanakan pada 14-16 April dan SMP/MTs/SMP/SMPLB/Paket B/Usto pada 5-8 Mei. "Nilai kelulusannya tetap 5,5," katanya.

"Ujian sekolah/madrasah SD/SDLB/MI/Paket A/Ula pada 19-21 Mei," katanya.(ASW/SEN)

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1908

Kamis, 14 November 2013

TIK Sebagai Sarana Penunjang Pendidikan


Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom), Ari Santoso pada saat jumpa pers di Kemdikbud hari ini, Rabu (13/11) dalam rangka Anugerah KiHajar 2013 di Kemdikbud, mengatakan  agar dapat melaksanakan semua kebijakan tersebut salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan pemanfaatan teknologi informasi komunikasi (TIK) secara optimal. Seperti kita sadari bahwa kemampuan TIK sangat luar biasa dan kian hari berkembang pesat, dapat merubah pola pikir dan perilaku manusia di muka bumi ini katanya.
Ari Santoso menyatakan kurun waktu lebih kurang 10 tahun, Pusat Teknologi Komunikasi Pendidikan ( Pustekkom) sudah merancang pemanfaatan TIK. Pustekkom sudah mencoba membuat terobosan-terobosan baru membangun TIK dan hasilnya sangat memuaskan semua pihak terutama bagi  guru dan peserta didik walaupun  masih ada kendala terkait masalah anggaran yang belum mencukupi, jaringan internet belum sempurna karena fasilitas listrik belum ada khususnya di daerah-daerah tertentu, namun dari tahun ke tahun Pustekkom selalu berusaha mengembangkan TIK ini agar bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan mengajak semua pihak termasuk PLN dan TELKOM imbuhnya.
Hingga saat ini Pustekkom sudah menerapkan TIK sebagai bagian dari Proses Belajar Mengajar (PBM) termasuk di ruang kelas. Seperti Portal Rumah Belajar sebagai media belajar internet (online) untuk para guru dan siswa agar dapat mengakses bahan belajar serta berkomunikasi dan interaksi antar komunitas pendidikan. Jardiknas, yang berfungsi untuk melayani kantor Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota/PT/UPT dalam hal transaksi data online, e-administrasi juga TV  EDUKASI untuk siswa memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas untuk menunjang tujuan pendidikan nasional.
Program KI HAJAR saat ini telah memuat Kuis Unggulan Tahunan dari TV EDUKASI yang bertujuan menjaring siswa yang mempunyai pengetahuan di bidang TIK terutama dari daerah terpencil, sekaligus juga mensosialisasikan  program-programnya TVE kepada  masyarakat dan bagi pemenang akan diberikan hadiah sahutnya.
Hadir pada saat konperensi pers adalah perwakilan pemerintah daerah yang akan menerima Anugerah KiHajar, seperti Walikota, Bupati, Wakil Bupati dan beberapa Kepala Dinas Pendidikan mewakili pemerintah daerah serta pejabat di lingkungan Kemdikbud. (MS)

Sumber :  http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1854