Rabu, 07 Agustus 2013
Sehari Bersama Presiden SBY
Jakarta—Dalam rangka Hari Anak
Nasional dan HUT Kemerdekaan RI Ke-68 Tahun 2013, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemdikbud) dan Istana untuk Rakyat mengadakan program “Sehari
Bersama Presiden SBY” bagi pelajar di seluruh Indonesia.
Kepala Subdirektorat Kelembagaan
dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Elvira, mengatakan,
kegiatan ini diselenggarakan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan seorang
Presiden dalam kesehariannya. "Para siswa akan mengenal lebih dekat
kehidupan Pak Presiden SBY mulai pagi sehabis bangun tidur, menjalankan tugas
kedinasan, kegiatan keluarga hingga kembali lagi untuk beristirahat,"
katanya usai rapat persiapan acara, di Jakarta, Jumat, (2/8/2013).
Elvira mengatakan, agar
mendapatkan gambaran utuh maka seluruh peserta, yang lolos seleksi, akan
diundang dan bermalam di Wisma Negara, Istana Negara tempat tinggal Presiden
SBY dan keluarga. Peserta, kata dia, juga berkesempatan mengikuti seluruh
kegiatan Presiden SBY sehari penuh pada tanggal 23 Agustus 2013.
"Usai mengikuti kegiatan
ini diharapkan anak-anak dapat mendapatkan pengalaman bagaimana rasanya menjadi
Presiden dan memotivasi semangat mereka yang bercita-cita menjadi
Presiden," katanya.
Panitia akan memilih
masing-masing dua siswa/i sekolah dasar (SD) sederajat, sekolah menengah
pertama (SMP) sederajat, dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
Caranya mudah. Daftarkan diri kamu
melalui laman www.seharibersamapresidensby. org
Lalu, posting opini positif kamu di fanpage facebook Presiden di http://facebook.com/ sbyudhoyono
pada poster “Sehari Bersama Presiden SBY”. Tulis hal yang ingin kamu sampaikan
saat bertemu Presiden dan hal yang akan kamu lakukan seandainya menjadi
presiden.
Selanjutnya, like fanpage
facebook Presiden SBY di http://facebook.com/ sbyudhoyono dan follow twitter
Presiden SBY di http://twitter.com/SBYudhoyono .
Penentuan peserta terpilih akan
dilakukan oleh tim gabungan Istana Rakyat dan Kemdikbud berdasarkan ketentuan
tersebut di atas. Periode pendaftaran 29 Juli s.d. 16 Agustus 2013. (ASW)
Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1611
Senin, 08 Juli 2013
Instruktur Nasional Latih Guru Inti dan Guru Sasaran
Jakarta --- Pelatihan instruktur
nasional untuk implementasi Kurikulum 2013 telah selesai. Pelatihan yang
berlangsung di Jakarta pada 29 Juni hingga 3 Juli lalu itu diikuti dosen,
widyaiswara dan guru berprestasi. Instruktur nasional kemudian melatih guru
inti pada 4-8 Juli, kemudian dilanjutkan dengan melatih guru sasaran pada 9-13
Juli mendatang. Sedangkan implementasi Kurikulum 2013 akan dimulai pada tahun
ajaran baru ini, yaitu 15 Juli 2013.
Dalam jumpa pers mengenai hasil
pelatihan instruktur nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)
Mohammad Nuh mengatakan, ada tiga tahap besar dalam pelaksanaan Kurikulum 2013.
Pertama, review dan reformulasi. Kedua, persiapan bahan ajar atau buku dan
persiapan guru. Dan ketiga, implementasi Kurikulum 2013. Dalam tahap persiapan
guru, pelatihan untuk guru sasaran merupakan tahap pelatihan terakhir.
Pelatihan instruktur nasional
diselenggarakan agar terjadi perubahan pola pikir (mindset) guru dalam
mempersiapkan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi hasil
pembelajaran sesuai dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada Kurikulum
2013 dengan baik dan benar. Dalam pelatihannya, instruktur nasional harus bisa
memahami beberapa hal, di antaranya rasionalitas Kurikulum 2013, strategi
implementasi Kurikulum 2013, Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Selain melatih guru inti dan
guru sasaran, instruktur nasional yang telah lulus pelatihan diharapkan bisa
berperan juga dalam mempromosikan penerapan kurikulum, memberikan masukan dan
pengayaan materi dan metode pelatihan, serta memberikan pelatihan di daerah
yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 secara mandiri. Misalnya, kata
Mendikbud, di Kabupaten Kutai Timur. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur
menyatakan siap melaksanakan Kurikulum 2013 di seluruh sekolah dengan
menggunakan APBD.
Mendikbud mengatakan, ada dua
syarat yang harus dipenuhi daerah yang akan menerapkan Kurikulum 2013 secara
mandiri. “Pertama, seluruh guru harus dilatih. Kedua, tidak boleh membebani
siswa,” ujarnya dalam jumpa pers di gedung A Kemdikbud, Senin siang (8/7),
Jakarta. Pelatihan guru yang dimaksud adalah pelatihan yang dilakukan oleh
instruktur nasional yang telah mengikuti pelatihan pada 29 Juni hingga 3 Juli
lalu. Sedangkan maksud dari larangan membebani siswa adalah siswa tidak boleh
dibebani dalam hal bahan ajar atau buku. Karena buku harus diberikan secara
gratis oleh pemerintah daerah. (DM)
Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1531
Senin, 24 Juni 2013
Pelestarian Budaya, Pemerintah Pusat Berkoordinasi dengan Pemda
Sebut saja rekonstruksi
mahakarya nenek moyang kita, seperti Candi Borobudur dan Prambanan, adalah
salah satu jasa Lembaga Purbakala. Demikian tutur Direktur Jenderal Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan, saat memberikan sambutannya
saat membuka Pameran 100 Tahun Lembaga Purbakala di halaman Museum Sejarah
Jakarta, Senin (24/06).
Merupakan suatu tantangan yang
sangat besar untuk bersama-sama melestarikan kebudayaan Indonesia.
"Tantangan kita cukup besar. Tidak usah jauh-jauh. Dikawasan Kota Tua ini
juga banyak tantangan. Kita akan koordinasi dengan pemda terkait untuk
melestarikan bangunan yang ada," ungkap Kacung.
Selain itu, menurut Kacung,
tugas besar kita juga harus dapat menanamkan kecintaan kepada anak didik kita
yang akan melanjutkan pelestarian dimasa yang akan datang. "Kita bertekad
mau kuat secara ekonomi dan juga budaya. Kita ingin Indonesia sebagai adidaya
dalam bidang kebudayaan," harapnya.
Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1467
Langganan:
Komentar (Atom)

Tahun 2014, Anggaran Pendidikan Naik 7,5 Persen
Riqqah Dhiya Ramadhanty
Kartu Perlindungan Sosial (KPS)
Sehari Bersama SBY