Tampilkan postingan dengan label Kualitas Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kualitas Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 Agustus 2013
Kualitas Pendidikan Terus Ditingkatkan
Jakarta -- Peningkatan kualitas
pendidikan akan terus dilakukan antara lain melalui peningkatan kualitas guru
termasuk di dalamnya sertifikasi guru dan implementasi Kurikulum 2013. Beberapa
program afirmasi akan tetap dilanjutkan dan ditingkatkan seperti pengiriman
guru pada daerah terpencil, terluar, dan tertinggal atau 3T.
Hal tersebut disampaikan
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada saat menyampaikan Keterangan
Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RUU
APBN) Tahun Anggaran 2014 dan Nota Keuangannya di Gedung DPR/MPR/DPD RI,
Jakarta Jumat (16/8/2013).
SBY menungkapkan satu masalah
penting, yang perlu mendapatkan perhatian khusus bersama. Masalah itu, kata
Presiden, adalah distribusi guru antarsatuan pendidikan dan antarwilayah, yang
belum merata. “Daerah-daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan masih ada
yang belum terpenuhi kebutuhannya sesuai dengan standar pelayanan minimal,”
katanya.
Pemerintah juga akan mengirimkan
pelajar asal Provinsi Papua untuk melanjutkan studinya di beberapa SMA, SMK,
dan perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di luar Papua. “Infrastruktur sekolah
juga terus kita bangun,” katanya.
Anggaran, kata Presiden, akan
disediakan untuk melanjutkan penuntasan rehabilitasi ruang kelas rusak, serta
pembangunan sekolah baru, akademi komunitas, dan sarana pendukungnya. Kemudian
untuk semakin memeratakan akses pendidikan dalam tahun 2014 ditingkatkan lagi
penyediaan bantuan siswa miskin (BSM) dan beasiswa Bidik Misi.
Presiden menyebutkan, sebanyak
tujuh kementerian dan lembaga, yang mendapatkan alokasi anggaran di atas Rp 30
triliun. Kementerian dan lembaga tersebut adalah Kementerian Pertahanan dengan
alokasi anggaran sebanyak Rp 83,4 triliun, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Rp 82,7 triliun, Kementerian Pekerjaan Umum Rp 74,9 triliun,
Kementerian Agama Rp 49,6 triliun, Kementerian Kesehatan Rp 44,9 triliun,
Kepolisian Republik Indonesia Rp 41,5 triliun, dan Kementerian Perhubungan Rp
39,2 triliun.
Pada sambutannya, Presiden
menyampaikan alokasi anggaran pada Kementerian Kesehatan diprioritaskan untuk
meningkatkan akses dan kualitas kesehatan. Pemerintah, kata SBY, merencanakan
untuk membangun Puskesmas perawatan di daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil
terdepan yang berpenduduk. Selain itu, juga diberikan bantuan operasional
kesehatan sebanyak 9.536 Puskesmas. “Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan
angka kematian ibu melahirkan. Salah satunya dengan meningkatkan pelayanan ibu
bersalin, yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih,” katanya.
Pemerintah juga akan
meningkatkan ketersediaan obat dan vaksin hingga mencapai 100 persen. Dengan
berbagai program dan kegiatan itu, diupayakan derajat kesehatan masyarakat
makin meningkat di seluruh pelosok tanah air. (ASW)
Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1632
Langganan:
Komentar (Atom)

Tahun 2014, Anggaran Pendidikan Naik 7,5 Persen
Riqqah Dhiya Ramadhanty
Kartu Perlindungan Sosial (KPS)
Sehari Bersama SBY