Kamis, 08 Agustus 2013

Tanggapan Kemdikbud tentang Nomor Induk Siswa Nasional


Jakarta --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberikan klarifikasi surat pembaca dari orangtua murid di Bekasi, Jawa Barat. Surat pembaca tersebut dimuat pada harian Media Indonesia, Selasa, 23 Juli 2013, dengan judul ”Ada Apa dengan NISN dan Kemendikbud”.
Seperti diberitakan, orangtua murid tersebut, mempertanyakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) anaknya yang bersekolah di SDIT Al-Fath Cibitung. Sampai saat ini anaknya dan teman-teman anaknya yang lulus kelas 6 belum memperoleh NISN. Menurutnya, pihak sekolah sudah berusaha maksimal mengurusnya, tetapi sampai saat ini tidak berhasil.
Menanggapi surat pembaca tersebut, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, menyatakan telah mengecek permohonan NISN dari SDIT Al Fath Cibitung Bekasi, namun permohonan tersebut tidak ada dalam data pengajuan NISN di Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP). Sedangkan di dalam surat pembaca tidak dijelaskan apakah pihak sekolah SDIT Al Fath Cibitung Bekasi mengurus permohonan NISN melalui surat elektronik (email) atau datang langsung ke PDSP dan kapan hal tersebut dilakukan.
Pengajuan NISN dari sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang dikirimkan melalui email akan mendapatkan balasan sebagai informasi apakah data yang diterima oleh PDSP sudah sesuai dengan format isian yang disyaratkan. Sedangkan untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN), pengajuan NISN untuk siswa kelas 6, 9 dan 12 mendapat prioritas dan diselesaikan maksimum dalam waktu satu minggu.
PDSP hanya mengaktifkan alamat email satu pintu yaitu pdsp@kemdiknas.go.id. Sejak bulan Januari 2013 pengajuan NISN yang melalui email tersebut menggunakan formulir A1 yang dapat diunduh melalui web http://nisn.data.kemdikbud.go.id. Informasi tentang pengajuan NISN yang sudah diproses dapat diperoleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan sekolah melalui laman http://refsp.data.kemdikbud.go.id pada menu Data Peserta Didik, data pengajuan yang dapat dicari berdasarkan wilayah dan satuan pendidikan. Untuk informasi individu siswa, dapat diperoleh dengan melakukan pencarian melalui alamat http://nisn.data.kemdiknas.go.id berdasarkan NISN atau berdasarkan nama dan tempat tinggal lahir siswa.
Kepala PIH Ibnu Hamad juga menjelaskan, untuk pengajuan NISN, sekolah harus memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Berdasarkan Data Referensi Satuan Pendidikan yang ada di PDSP, SDIT Al Fath Cibitung memiliki NPSN 69757386 yang merupakan sekolah baru dengan nomor SK pendirian 504.15/076-III/SK-SD/BPPT/2011. Berdasarkan informasi tersebut SDIT Al Fath Cibitung memiliki siswa kelas tertinggi adalah kelas 3 pada tahun 2013.
Berdasarkan Surat Edaran dari PDSP tanggal 29 Mei 2013, Nomor 9889/P3/LL/2013 Perihal Pengelolaan NISN, untuk mendukung sistem pendataan yang terintegrasi, mekanisme penomoran NISN tidak lagi langsung melalui PDSP, tetapi melalui mekanisme Pendataan Individu Peserta Didik dengan menggunakan aplikasi Info Pendataan Dikdas (Dapodik) melalui operator sekolah. Untuk informasi terkait NISN, masyarakat dapat menghubungi help desk NISN melalui dua jalur telepon, yaitu 021-57905777 dan 021-57904804. (DM)

Sumber :  http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1606

Rabu, 07 Agustus 2013

Sehari Bersama Presiden SBY

Jakarta—Dalam rangka Hari Anak Nasional dan HUT Kemerdekaan RI Ke-68 Tahun 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Istana untuk Rakyat mengadakan program “Sehari Bersama Presiden SBY” bagi pelajar di seluruh Indonesia.
Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Elvira, mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan seorang Presiden dalam kesehariannya. "Para siswa akan mengenal lebih dekat kehidupan Pak Presiden SBY mulai pagi sehabis bangun tidur, menjalankan tugas kedinasan, kegiatan keluarga hingga kembali lagi untuk beristirahat," katanya usai rapat persiapan acara, di Jakarta, Jumat, (2/8/2013).
Elvira mengatakan, agar mendapatkan gambaran utuh maka seluruh peserta, yang lolos seleksi, akan diundang dan bermalam di Wisma Negara, Istana Negara tempat tinggal Presiden SBY dan keluarga. Peserta, kata dia, juga berkesempatan mengikuti seluruh kegiatan Presiden SBY sehari penuh pada tanggal 23 Agustus 2013.
"Usai mengikuti kegiatan ini diharapkan anak-anak dapat mendapatkan pengalaman bagaimana rasanya menjadi Presiden dan memotivasi semangat mereka yang bercita-cita menjadi Presiden," katanya.
Panitia akan memilih masing-masing dua siswa/i sekolah dasar (SD) sederajat, sekolah menengah pertama (SMP) sederajat, dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
Caranya mudah. Daftarkan diri kamu melalui laman www.seharibersamapresidensby.org Lalu, posting opini positif kamu di fanpage facebook Presiden di http://facebook.com/sbyudhoyono pada poster “Sehari Bersama Presiden SBY”. Tulis hal yang ingin kamu sampaikan saat bertemu Presiden dan hal yang akan kamu lakukan seandainya menjadi presiden.
Selanjutnya, like fanpage facebook Presiden SBY di http://facebook.com/sbyudhoyono dan follow twitter Presiden SBY di http://twitter.com/SBYudhoyono.
Penentuan peserta terpilih akan dilakukan oleh tim gabungan Istana Rakyat dan Kemdikbud berdasarkan ketentuan tersebut di atas. Periode pendaftaran 29 Juli s.d. 16 Agustus 2013. (ASW)

Sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1611

Senin, 08 Juli 2013

Instruktur Nasional Latih Guru Inti dan Guru Sasaran



Jakarta --- Pelatihan instruktur nasional untuk implementasi Kurikulum 2013 telah selesai. Pelatihan yang berlangsung di Jakarta pada 29 Juni hingga 3 Juli lalu itu diikuti dosen, widyaiswara dan guru berprestasi. Instruktur nasional kemudian melatih guru inti pada 4-8 Juli, kemudian dilanjutkan dengan melatih guru sasaran pada 9-13 Juli mendatang. Sedangkan implementasi Kurikulum 2013 akan dimulai pada tahun ajaran baru ini, yaitu 15 Juli 2013.
Dalam jumpa pers mengenai hasil pelatihan instruktur nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, ada tiga tahap besar dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Pertama, review dan reformulasi. Kedua, persiapan bahan ajar atau buku dan persiapan guru. Dan ketiga, implementasi Kurikulum 2013. Dalam tahap persiapan guru, pelatihan untuk guru sasaran merupakan tahap pelatihan terakhir.
Pelatihan instruktur nasional diselenggarakan agar terjadi perubahan pola pikir (mindset) guru dalam mempersiapkan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan baik dan benar. Dalam pelatihannya, instruktur nasional harus bisa memahami beberapa hal, di antaranya rasionalitas Kurikulum 2013, strategi implementasi Kurikulum 2013, Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Selain melatih guru inti dan guru sasaran, instruktur nasional yang telah lulus pelatihan diharapkan bisa berperan juga dalam mempromosikan penerapan kurikulum, memberikan masukan dan pengayaan materi dan metode pelatihan, serta memberikan pelatihan di daerah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 secara mandiri. Misalnya, kata Mendikbud, di Kabupaten Kutai Timur. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyatakan siap melaksanakan Kurikulum 2013 di seluruh sekolah dengan menggunakan APBD.
Mendikbud mengatakan, ada dua syarat yang harus dipenuhi daerah yang akan menerapkan Kurikulum 2013 secara mandiri. “Pertama, seluruh guru harus dilatih. Kedua, tidak boleh membebani siswa,” ujarnya dalam jumpa pers di gedung A Kemdikbud, Senin siang (8/7), Jakarta. Pelatihan guru yang dimaksud adalah pelatihan yang dilakukan oleh instruktur nasional yang telah mengikuti pelatihan pada 29 Juni hingga 3 Juli lalu. Sedangkan maksud dari larangan membebani siswa adalah siswa tidak boleh dibebani dalam hal bahan ajar atau buku. Karena buku harus diberikan secara gratis oleh pemerintah daerah.  (DM)

Sumber :  http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1531